Betapa sepinya perjalanan ini..
jagalah lisan apabila anda berkata-kata kerana ku punya hati. jangan kerana terlalu membenci sehinggakan sanggup melukakan hati ini.Ketahuilah kalian,betapa aku mencuba untuk bangkit atas apa yang terjadi dulu dan sekarang history repeat itself.aku pasrah.doakanlah supaya aku kuat untuk menghadapi hari yang mendatang.
aku redha seandainya sejarah tu berulang lagi,terima kasih untuk segala kenangan kita MOHD YUSUF.Terima kasih pernah menemani,pernah menjadi penghuni hati walau hanya seketika cuma.maafkanlah aku selagi kau mampu.tiada jodoh kita,moga engkau dapat yang lebih baik,aku?biarlah aku berkelana begini.melupakan apa yang telah terjadi bukan mudah.tiada lagi insan yang akan melayan setiap karenahku,rajukku.
aku insan yang masih seperti dulu..
Friday, 20 March 2020
Wednesday, 5 August 2015
Nabi ADAM A.S
Keluarga Pertama di Bumi…
(Kisah Adam & Hawa)
BAYANGKAN,
berada di bumi yang maha luas sendirian. Dan mengetahui sang kekasih juga
berada di bumi yang sama, namun entah di belahan mana. Tak ada teman untuk
berbincang dan berbagi rasa. Betapa sepinya. Betapa rindunya. Inilah yang
dialami Nabi Adam as dan isterinya Hawa ketika pertama kali diturunkan ke bumi,
di tempat yang berbeda, terpisah jarak yang sangat jauh. Keadaan ini harus
mereka terima dan jalani cukup lama (ada riwayat yang menyebut 500 tahun dan
ada yang menyebut 300 tahun, ada juga yang menyebut 40 tahun, tapi ada juga
yang menulis hanya 40 hari). Mereka akhirnya bertemu di suatu tempat di bumi
yang bernama Jabal Rahmah, Arafah (sekarang Arab Saudi).
Seperti diketahui Allah Swt menciptakan Adam untuk
dijadikan sebagai Khalifah di muka bumi, mengelola bumi ini beserta segala
isinya. Namun sebelum diturunkan ke bumi, ia ditempatkan di Surga. Saat masih
di Surga, Allah Swt juga menciptakan seorang pasangan untuk mendampinginya yang
kemudian diberi nama Hawa (QS Al-Baqarah ayat 35). Sebelum diturunkan ke
bumi Adam dan Hawa tergoda Iblis melanggar larangan Allah Swt dengan memakan
buah Khuldi. Insiden inilah yang akhirnya menjadi sebab keduanya diturunkan ke
bumi (QS Al-Baqarah ayat 30 – 39 / QS Al-A’raf ayat 11-25). Lalu Adam dan Hawa
menyesali perbuatannya dan bertaubat (menurut riwayat, Adam dan Hawa menangis
terus-menerus selama 60 tahun karena ‘terusir’ dari nikmat Syurga yang tidak
mereka dapatkan di bumi). Allah Swt kemudian menerima taubat keduanya lalu
menunjuk Adam sebagai Rasul-Nya (QS Thaha ayat 122).
Nabi Adam diturunkan ke bumi di pegunungan tertinggi saat itu. Dan
inilah pegunungan tertinggi di bumi saat ini, Gunung (Pegunungan) Himalaya…
.
Nabi Adam as diturunkan ke bumi terpisah jauh dari
isterinya Hawa. Menurut suatu riwayat, Nabi Adam as diturunkan di India, dalam
riwayat lain disebutkan di Sri Lanka. Ada juga pendapat bahwa Nabi Adam as
diturunkan di gunung tertinggi di dunia, yaitu di Gunung Everest di Himalaya.
Mengenai hal ini, karena dahulu kala memang belum ada negara India, Sri Lanka
maupun Himalaya, kita sebut saja daerah pengunungan tertinggi di Asia (bukankah
India, Sri Lanka dan Himalaya masih termasuk wilayah Asia dan letaknya tidak
begitu berjauhan? bisa jadi ketiga tempat ini pada jaman dulu memang masih
berada dalam satu wilayah/kesatuan). Sementara Hawa diturunkan di Jeddah,
bagian dari kota Makkah (sekarang Arab Saudi). Tapi ada juga yang menyebutkan Hawa
diturunkan di tempat yang sekarang bernama Irak. Bisa jadi juga kedua tempat
ini, pada jaman dahulu masih merupakan satu kesatuan wilayah.
Setelah saling mencari, dengan petunjuk Allah Swt.
dan bimbingan Malaikat Jibril, Nabi Adam as dan Hawa akhirnya bertemu di Jabal
Rahmah, di padang Arafah. Bayangkan, bagaimana haru biru dan dahsyatnya
pertemuan dua insan manusia pertama yang terjadi di tempat ini. Kesepian dan
kerinduan yang terpendam akhirnya terobati. Maka Jabal Rahmah di Arafah jadi
tempat bersejarah. Tempat ini merupakan tempat yang istimewa bagi ummat Islam
di seluruh dunia yang menunaikan haji karena di tempat inilah dilaksanakan
salah satu rukun haji yakni wukuf, tidak ada haji bagi jamaah haji yang tidak
melakukan wukuf. Inilah tempat untuk mengenang pertemuan Nabi Adam as dengan
Hawa.
.
Jabal Rahmah di Padang Arafah. Inilah tempat pertemuan Nabi Adam dan
Hawa. Ya, di tugu (monumen) itu….
Setelah bertemu dengan isterinya Hawa di Jabal
Rahmah ini, Nabi Adam as mengajak isterinya ke tempat semula ia diturunkan di
bumi dan membina keluarga di tempat ini. Salah satu bukti yang mendukung
pendapat ini adalah ditemukannya jejak kaki raksasa di Sri Lanka yang diduga
merupakan jejak kaki Nabi Adam as. Menurut riwayat, Nabi Adam as bertubuh
setinggi 60 hasta (sekitar 27 meter).
Sosok Nabi Adam as sangat beradab dan memiliki ilmu
yang tinggi (QS al-Isra ayat 70 / QS at -Tin ayat 4). Keluarga Nabi Adam
dan Hawa melahirkan 20 pasang kembar putra-putri. Anak Nabi Adam as yang sering
disebut di antaranya Qabil dan Iqlima, Habil dan Labuda. Saat keempat anaknya
ini telah dewasa, Nabi Adam as mendapat petunjuk dari Allah Swt untuk
menikahkan anak-anaknya ini secara bersilangan, yaitu Qabil dengan Labuda dan
Habil dengan Iqlima. Namun Qabil menolak karena Iqlima lebih rupawan dibanding
Labuda.
Dua putra Nabi Adam. Qabil seorang petani gandum, dan Habil seorang
penggembala kambing domba…
.
Atas petunjuk Allah Swt., Nabi Adam as menyuruh
kedua putranya untuk berkurban dan barang siapa yang qurbannya diterima, maka
dialah yang berhak memilih jodohnya. Habil kemudian mempersembahkan kambing
kesayangannya, sedangkan Qabil menyerahkan sekarung gandum yang paling jelek
yang dimilikinya. Maka Allah Swt. menerima qurban Habil. Namun Qabil ‘berontak’
dan malah membunuh saudaranya Habil. Inilah peristiwa pembunuhan pertama yang
terjadi di bumi. Bagaimana Qabil membunuh Habil? Dan apa yang terjadi pada
Qabil setelah membunuh Habil? Baca sejarahnya pada artikel ini: Peristiwa
Pembunuhan Pertama di Bumi (Kisah Qabil dan Habil).
Nabi Adam as diperkirakan hidup selama 930 tahun
setelah penciptaan (sekitar 3760 – 2830 SM). Menurut hadits, di saat-saat akhir
hidupnya Nabi Adam merindukan untuk memakan buah Surga. Ketika anak-anaknya
hendak mencari buah Surga, mereka bertemu sejumlah malaikat yang membawa kain
kafan, sekop dan cangkul. Para malaikat bertanya, “Wahai anak-anak Adam,
apa yang kalian cari? Atau apa yang kalian mau? Dan ke mana kalian pergi?”
Mereka menjawab, “Bapak kami sakit, dia ingin makan buah dari surga.” Para
malaikat menjawab, “Pulanglah, karena ketetapan untuk bapak kalian telah tiba.”
Lalu para malaikat datang. Hawa melihat dan mengenali mereka, dan Nabi Adam
berkata kepada Hawa, ’Menjauhlah dariku. Aku pernah melakukan kesalahan
karenamu. Biarkan aku dengan malaikat Tuhanku Tabaraka wa Taala…
Subscribe to:
Posts (Atom)